Ide Pencahayaan Kamar Agar Lebih Hangat dan Mewah

Ide Pencahayaan Kamar Agar Lebih Hangat dan Mewah – KESAN unit apartemen ini. Bias lampu kekuningan menyapu ruang-ruangnya melalui celah-celah pada plafon. HANGAT langsung terasa saat memasuki Pencahayaan tampak dipikirkan dengan sangat serius di sini. Desainer interiornya, Steven Tanzil dari Koerie Design, memang menerapkan konsep pencahayaan yang spesial pada unit ini. Kenyamanan menjadi tujuan utama penataan pencahayaan di sini. Untuk menerangi keseluruhan ruang, Steven tidak memasang pencahayaan umum (general lighting) yang lazimnya ada. Pencahayaan umum yaitu lampu yang biasanya dipasang di tengah ruang yang fungsinya menerangi ruang. Di apartemen ini, yang ada hanyalah indirect lighting dan spot lighting. Padahal, biasanya kedua jenis pencahayaan ini merupakan tambahan pada general lighting. “Hidden lamp bisa, kok, memberi efek seperti general lighting,” ujar Steven. Justru lampu-lampu sengaja ia buat tersembunyi agar cahayanya lebih nyaman di mata.

Di setiap ruang di apartemen ini, cahaya hangat 3.000 Kelvin dibiaskan melalui celah pada drop ceiling.Jenis pencahayaan lain adalah spot lighting, yang dipasang di beberapa titik untuk menerangi objek tertentu agar tampak semakin menonjol. “Di apartemen ini ada 3 titik lampu spot, yaitu di pintu masuk, meja makan, dan coffee table,” terang Steven. Tidak tanggung-tanggung, pencahayaan di unit ini pun berasal dari lampu-lampu berkualitas prima. Sebutlah beberapa merek yang digunakan di sini, antara lain Endo, Forma, serta TDE Leuchtentechnik.

Semuanya berupa lampu LED yang lebih hemat energi dan tahan lama. Dan untuk menambah kenyamanan penghuni, semua indirect lighting di sini dimmable, alias dapat diatur tingkat terangnya sesuai kebutuhan. Di luar konsep pencahayaan yang dibuat dramatis, konsep desain yang terinspirasi dari negeri sakura juga diterapkan di sini. Bentuk-bentuk simpel dengan garis-garis tegas banyak ditemukan pada elemen interior apartemen. Konsep furnitur bongkar pasang ala Jepang dihadirkan demi menghemat ruang (lihat boks Kursi Makan Puzzle). Di kamar tidur utama, ranjang diletakkan di bawah, mengingatkan kita akan ruang tidur di rumah-rumah Jepang. Sebagai penegas, sebuah artwork berupa foto sebuah kota di Jepang dipasang sebagai penarik perhatian di kamar ini. Agar kesannya lebih lembut, konsep fotonya dibuat blur.

Olahan menarik ada pada lantai di ruang tengah. Steven membuat paduan 2 material lantai yang tidak biasa, yaitu parket dan semen. Pembagian komposisi kedua material ini dibuat asimetris namun memiliki sudut-sudut yang terukur. Lantai menjadi bidang yang menarik berkat 2 warna yang kontras yang tetap tampil alami, cokelat dan abu-abu. Untuk warna, netral tetap mendominasi. Pelapis furnitur dari HPL (High Pressure Laminate). Walaupun begitu, Steven menambahkan warna aksen dari warna-warna dasar: merah, kuning, dan biru. Warna-warna ini tampak pada aksesori atau furnitur lepasan. Misalnya sofa biru, cushion merah, serta meja TV berlapis duco kuning. Menyiasati luasan apartemen yang terbatas, beberapa hal dilakukan. Apartemen yang semula memiliki 3 kamar kini hanya memiliki 2 kamar, sehingga sebuah kamar dapat dijadikan kamar tidur utama yang ukurannya cukup lapang. Cermin yang memberi efek meluaskan dipasang di sepanjang dinding ruang tengah.

Demi mendapatkan kesan mewah dan anggun, brown mirror dipilih sebagai materialnya. Sekat antarruang diminimalkan. Hanya kamar tidur dan kamar mandi yang berbataskan dinding. Ruang tengah dibiarkan terbuka untuk memuat fungsifungsi dapur, ruang makan, dan ruang duduk. Pembeda ruang hanya dibuat secara visual, dengan menerapkan wallpaper dengan motif yang berbeda. Dengan begitu, kenyamanan yang didapat penghuni pun semakin lengkap. Selain mata dimanjakan dengan lighting yang mempesona, ruang gerak pun terasa lega. Contoh di atas merupakan contoh ruangan yang ada di apartemen wilayah Surabaya. Apartemen di Surabaya di bekali dengan genset 1000 kva yang berkualitas. Genset ini di beli dari Distributor Jual Genset Surabaya bergaransi yakni PT Rajawali Indo Utama

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *