Suguhkan Teknologi Pertanian Terkini

H. Erzaldi Rosman Djohan membacakan pantun tersebut pada pidato pembukaan Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) dan KTNA Ekspo ke-4 di Pangkalpinang, Jumat, 21 September 2018. “Berembug dan bertukar pikir di sini sekaligus memberikan bantuan solusi bagi kita sesama petani dan nelayan,” kata Gubernur Bangka Belitung (Babel) itu.

Rembug Utama, menurut Winarno Tohir, Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional merupakan salah satu forum musyawarah semua tingkatan dalam mengambil keputusan tertinggi yang dilaksanakan setahun sekali. Rembug yang berlangsung pada 21-24 September 2018 di SwissBell Hotel ini ber tepatan dengan hari ulang tahun KTNA ke-47.

KTNA EXPO

Sementara itu KTNA Ekspo yang kali ini di gelar di Alun-alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang adalah pameran dan promosi berbagai perkembangan hasil-hasil produksi dan jasa pertanian, perikanan, dan kehutanan dari usaha petani atau kerjasama dengan mitranya.

Selain itu ada juga kegiatan lain, yaitu seminar inovasi dan teknologi, lomba burung berkicau di Taman Wilhelmina, gowes petani dan nelayan bersama Wakil Gu bernur Babel Abdul Fatah, serta wisata ke Danau Kaolin, kebun lada Sol Marbella Agro Industri, dan Jembatan Emas.

Kementerian Pertanian dan Bulog Kompak “Kekompakan Kementerian Pertanian dan Bulog (Badan Urusan Logistik) betulbetul harus ada dan merangkul bersamasama petani untuk mempertahankan harga beras. Saya berharap sekali. Kasihan petani,” lanjut Erzaldi. “Saya acungkan jempol kepada Bulog. Bulog sangat perhatian kepada petani.

Bukti Bulog sayang petani hari ini dan seterusnya,” paparnya. Mantan Bupati Bangka Tengah itu memuji sikap Direktur Utama Bulog Budi Waseso yang berani menolak impor beras. “Petani ini dilindungi Bapak Direktur Utama Perum Bulog.

Beliau menentang impor beras,” cetus Winarno. Bachtiar, Direktur Pengadaan Bulog yang hadir di ATM lantas mendapat tepuk tangan dari sekitar 1.000 petani anggota dan pengurus KTNA seluruh Indonesia. “Saya jelas-jelas menolak impor beras. Cadangan kita yang dipaparkan Bulog dan Menteri Pertanian masih cukup,” kata Oo Sutisna.

“Saya angkat topi untuk Direktur Bulog. Yang hadir kebetulan Direktur Pengadaan (Bachtiar),” kata Wakil Ketua Komisi IV itu dalam sambutannya. Sebagai mitra kerja pemerintah, menurut Winarno, KTNA tetap konsisten memegang moto: tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *